<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Universitas Pertamina Arsip - Siaran Edukasi</title>
	<atom:link href="https://siaranedukasi.com/tag/universitas-pertamina/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://siaranedukasi.com/tag/universitas-pertamina/</link>
	<description>Inspirasi dan Referensi Pendidikan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Jun 2025 11:40:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.1</generator>

<image>
	<url>https://siaranedukasi.com/go/wp-content/uploads/2025/06/fav-90x90.png</url>
	<title>Universitas Pertamina Arsip - Siaran Edukasi</title>
	<link>https://siaranedukasi.com/tag/universitas-pertamina/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kolaborasi Global di RESILIENCE 2025: Alam Jadi Kunci Ketahanan Iklim</title>
		<link>https://siaranedukasi.com/2025/06/13/kolaborasi-global-di-resilience-2025-alam-jadi-kunci-ketahanan-iklim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2025 10:24:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[RESILIENCE 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=88010</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nature-based solutions (NbS) atau solusi berbasis alam menjadi tema utama dalam konferensi RESILIENCE 2025</p>
<p>Artikel <a href="https://siaranedukasi.com/2025/06/13/kolaborasi-global-di-resilience-2025-alam-jadi-kunci-ketahanan-iklim/">Kolaborasi Global di RESILIENCE 2025: Alam Jadi Kunci Ketahanan Iklim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://siaranedukasi.com">Siaran Edukasi</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Nature-based solutions (NbS) atau solusi berbasis alam menjadi tema utama dalam konferensi RESILIENCE 2025</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://siaranedukasi.com/"><strong>SIARAN EDUKASI </strong></a>&#8211; Krisis iklim tak lagi sebatas ancaman masa depan. Suhu global telah melampaui ambang 1,5°C, dan Indonesia termasuk negara yang paling terdampak: mulai dari banjir, kebakaran hutan, kekeringan, hingga kerugian ekonomi akibat penurunan produktivitas kerja yang ditaksir mencapai Rp286 triliun pada 2021 (WMO, 2022). Dalam situasi ini, solusi tak bisa lagi bersifat sektoral. Dibutuhkan pendekatan terpadu yang menjadikan alam sebagai bagian dari jawaban.</p>
<p>Nature-based solutions (NbS) atau solusi berbasis alam menjadi tema utama dalam konferensi Resilience 2025: The 3rd International Conference on Nature-based Solutions in Climate Change, yang digelar Universitas Pertamina bekerja sama dengan Pertamina Foundation di Jakarta, Selasa (3/6/2025). Konferensi ini diikuti lebih dari 180 peneliti, akademisi, dan praktisi dari berbagai negara, seperti Indonesia, Taiwan, India, Vietnam, Inggris, Amerika Serikat, dan Kanada.</p>
<p>NbS merupakan pendekatan yang menggunakan ekosistem dan proses alamiah—seperti restorasi hutan, konservasi mangrove, hingga pertanian berkelanjutan—untuk menanggulangi perubahan iklim, melindungi keanekaragaman hayati, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Laporan IUCN menyebut bahwa NbS dapat berkontribusi hingga 37 persen dari target penurunan emisi global pada 2030.</p>
<p>Dalam sesi panel, isu ketahanan masyarakat atau adaptive capacity menjadi sorotan utama. Prof. Chun-Hung Lee (National Dong Hwa University, Taiwan) menjelaskan pentingnya penguatan sistem sosial berbasis komunitas dalam menghadapi bencana dan perubahan iklim. Pendekatan Community-Based Disaster Management yang ia terapkan di Taiwan mendorong partisipasi aktif warga dalam simulasi evakuasi, pengelolaan shelter, dan pendidikan kebencanaan.</p>
<p>Pemikiran ini dilengkapi oleh Prof. Yuri Mansury (Illinois Institute of Technology, AS) yang mengingatkan bahwa adaptasi tidak bisa hanya dibebankan pada infrastruktur. Ia menekankan bahwa kerugian akibat panas ekstrem bukan hanya soal suhu, melainkan menyangkut ketimpangan sosial. “Adaptive capacity berarti memperkuat akses ke pendidikan, pekerjaan layak, dan layanan publik—terutama bagi kelompok paling rentan,” ujarnya.</p>
<p>Prof. Jatna Supriatna (Universitas Indonesia) membahas keterkaitan erat antara perubahan iklim dan biodiversitas, khususnya di Indonesia yang menyimpan lebih dari 10 persen keanekaragaman hayati dunia. Deforestasi, alih fungsi lahan, dan tekanan terhadap ekosistem pesisir telah memperburuk dampak iklim dan memperbesar potensi penyakit zoonotik. Materi ini melengkapi diskusi dari Prof. Agni Klintuni Boedhihartono dan Prof. Jeff Sayer dari University of British Columbia, Kanada, yang menyoroti pentingnya pendekatan berbasis lanskap dan kearifan lokal dalam menjaga keberlanjutan sosial dan ekologis.</p>
<p>Konferensi ini juga menjadi ajang bagi Universitas Pertamina untuk menampilkan kontribusi akademiknya dalam bidang keberlanjutan. Melalui Sustainability Center dan 12 Centers of Excellence, UPER aktif dalam riset energi terbarukan, konservasi ekosistem, dan pengembangan desa berkelanjutan. Program magister keberlanjutan yang dijalankan bersama Yale University, ITB, dan NDHU Taiwan juga diperkenalkan sebagai bagian dari kolaborasi global.</p>
<p>Dalam sambutannya, Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menyampaikan bahwa tantangan iklim yang dihadapi dunia saat ini memerlukan solusi yang tidak hanya ilmiah, tetapi juga membumi dan memberdayakan. “Solusi berbasis alam bukan hanya konsep, tetapi realitas yang telah kami terapkan di lapangan. Dari penanaman mangrove, konservasi paus hiu di Teluk Cenderawasih, hingga program energi bersih desa, kami percaya bahwa keberlanjutan tidak bisa dilepaskan dari kekuatan komunitas. Melalui PFsains, kami mendorong lebih banyak inovasi hijau dari desa untuk dunia,” tegasnya.</p>
<p>PFsains merupakan kompetisi inovasi yang mendukung ide-ide berbasis NbS dari masyarakat akar rumput, dengan pendanaan hingga Rp2,5 miliar. Program ini melengkapi inisiatif Hutan Lestari dan Desa Energi Berdikari Sobat Bumi yang telah berhasil menanam lebih dari 4 juta pohon dan menjangkau 42 desa dengan akses energi terbarukan.</p>
<p>Rektor Universitas Pertamina, Prof. Wawan Gunawan, menutup konferensi dengan menegaskan bahwa krisis iklim hanya bisa diatasi melalui kolaborasi lintas sektor dan pendekatan berbasis nilai. “Solusi iklim tidak bisa semata teknokratis. Ia harus berakar pada keadilan, pengetahuan lokal, dan keberpihakan pada generasi mendatang,” ujarnya.</p>
<p>Ingin menjadi bagian dari perubahan iklim yang nyata? Universitas Pertamina membuka peluang bagi generasi muda untuk terlibat dalam riset, inovasi, dan aksi keberlanjutan. Kunjungi www.universitaspertamina.ac.id dan temukan program studi yang siap membekali Anda menjadi pelopor solusi hijau untuk masa depan.</p>
<p>Artikel <a href="https://siaranedukasi.com/2025/06/13/kolaborasi-global-di-resilience-2025-alam-jadi-kunci-ketahanan-iklim/">Kolaborasi Global di RESILIENCE 2025: Alam Jadi Kunci Ketahanan Iklim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://siaranedukasi.com">Siaran Edukasi</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i0.wp.com/www.transnews.co.id/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250613-WA0013-1536x869.jpg?v=1749786127&#038;ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Kuliah Gratis Hingga Lulus, APERTI BUMN Buka Beasiswa 2025</title>
		<link>https://siaranedukasi.com/2025/06/03/kuliah-gratis-hingga-lulus-aperti-bumn-buka-beasiswa-2025/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2025 12:09:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=87533</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beasiswa ini ditujukan bagi lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat dari seluruh penjuru Indonesia</p>
<p>Artikel <a href="https://siaranedukasi.com/2025/06/03/kuliah-gratis-hingga-lulus-aperti-bumn-buka-beasiswa-2025/">Kuliah Gratis Hingga Lulus, APERTI BUMN Buka Beasiswa 2025</a> pertama kali tampil pada <a href="https://siaranedukasi.com">Siaran Edukasi</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Beasiswa ini ditujukan bagi lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat dari seluruh penjuru Indonesia</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Program Beasiswa Aliansi Perguruan Tinggi Badan Usaha Milik Negara (APERTI BUMN) kembali dibuka. Tahun ini, program strategis tersebut mengusung tema “Membangun Talenta Muda Unggul untuk Indonesia Emas 2045” sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pemerataan akses pendidikan tinggi berkualitas di Indonesia.</p>
<p>Beasiswa ini ditujukan bagi lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat dari seluruh penjuru Indonesia. Program menawarkan bantuan biaya pendidikan dalam dua skema, yakni beasiswa penuh dan beasiswa parsial, yang mencakup seluruh biaya kuliah hingga lulus.</p>
<h3>Sinergi Kampus dan Industri BUMN</h3>
<p>Peluncuran resmi Program Beasiswa APERTI BUMN 2025 diselenggarakan di Universitas Pertamina, Jakarta, pada Senin (2/6/2025). Ketua APERTI BUMN, Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa M.K., M.T., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., yang juga menjabat sebagai Rektor Institut Teknologi PLN, menegaskan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara dunia pendidikan dan dunia industri.</p>
<p>“Kami percaya bahwa pendidikan harus terkoneksi langsung dengan kebutuhan industri. APERTI BUMN hadir bukan hanya sebagai penyedia akses pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai jembatan antara mahasiswa dan ekosistem profesional di sektor BUMN,” ujar Prof. Iwa.</p>
<h3>Seleksi Berdasarkan Prestasi dan Potensi</h3>
<p>Prof. Iwa menambahkan bahwa proses seleksi beasiswa menekankan keseimbangan antara prestasi akademik dan nonakademik yang diraih selama masa sekolah. Selain nilai rapor, prestasi di bidang sains, seni, olahraga, hingga kegiatan sosial akan menjadi nilai tambah. Tahapan wawancara juga menjadi elemen penting untuk menggali motivasi dan kesiapan peserta dalam menjalani studi di perguruan tinggi mitra APERTI BUMN.</p>
<p>Tahun ini, APERTI BUMN menyediakan 300 kuota beasiswa untuk anak muda dari seluruh Indonesia. Para penerima beasiswa ini disebut sebagai 300 talenta muda pilihan yang diharapkan menjadi agen perubahan dan kontributor utama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.</p>
<h3>Cerita Inspiratif dari Penerima Beasiswa</h3>
<p>Acara peluncuran dimeriahkan dengan talkshow bersama Sandi Pamungkas, mahasiswa Universitas Pertamina sekaligus penerima beasiswa yang mengharumkan nama Indonesia dalam ajang Presidential Hackathon International Track 2024 di Taiwan.</p>
<p>Dalam testimoninya, Sandi menyampaikan bahwa kesempatan mendapatkan beasiswa menjadi pemantik semangat untuk terus berkembang. Ia merasa bahwa beasiswa bukan hanya bentuk keringanan biaya pendidikan, tetapi juga tanggung jawab moral untuk memberikan yang terbaik.</p>
<p>“Bukan hanya soal mendapatkan akses pendidikan, tetapi beasiswa justru membangkitkan semangat untuk berkarya dan mencetak prestasi. Kemudahan ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujar Sandi.</p>
<h3>Membangun Talenta Siap Kerja</h3>
<p>Program beasiswa APERTI BUMN tidak berhenti pada pemberian bantuan biaya pendidikan. Mahasiswa penerima juga akan mendapatkan akses ke berbagai program pengembangan diri, mulai dari magang, pelatihan keterampilan, hingga peluang kerja di lingkungan BUMN. Dengan pendekatan holistik ini, mahasiswa tidak hanya dibekali dengan pendidikan formal, tetapi juga pengalaman profesional yang memperkuat kesiapan kerja mereka.</p>
<p>Rektor Universitas Pertamina, Prof. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., menambahkan bahwa Universitas Pertamina sebagai bagian dari APERTI BUMN memiliki komitmen kuat dalam mencetak lulusan unggul di bidang energi.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa hubungan erat dengan industri, khususnya PT Pertamina (Persero), memungkinkan Universitas Pertamina menerapkan skema pembelajaran yang holistik dan berkelanjutan, sehingga lulusannya siap langsung bergabung dengan industri.</p>
<p>Artikel <a href="https://siaranedukasi.com/2025/06/03/kuliah-gratis-hingga-lulus-aperti-bumn-buka-beasiswa-2025/">Kuliah Gratis Hingga Lulus, APERTI BUMN Buka Beasiswa 2025</a> pertama kali tampil pada <a href="https://siaranedukasi.com">Siaran Edukasi</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i3.wp.com/suarabuana.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250603-WA0016-1068x604.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Inspiratif! Kisah Anak Buruh Bangunan yang Jadi Wisudawan Terbaik Universitas Pertamina</title>
		<link>https://siaranedukasi.com/2025/05/31/inspiratif-kisah-anak-buruh-bangunan-yang-jadi-wisudawan-terbaik-universitas-pertamina/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 May 2025 10:42:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=87364</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Di sebuah rumah sederhana, seorang buruh bangunan dan penjahit rumahan menatap layar ponsel...</p>
<p>Artikel <a href="https://siaranedukasi.com/2025/05/31/inspiratif-kisah-anak-buruh-bangunan-yang-jadi-wisudawan-terbaik-universitas-pertamina/">Inspiratif! Kisah Anak Buruh Bangunan yang Jadi Wisudawan Terbaik Universitas Pertamina</a> pertama kali tampil pada <a href="https://siaranedukasi.com">Siaran Edukasi</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Di sebuah rumah sederhana, seorang buruh bangunan dan penjahit rumahan menatap layar ponsel mereka dengan mata berkaca. Di layar itu, anak perempuan mereka—Rissa Rahmatika Nurilhidayat—berdiri di panggung wisuda, mengenakan toga, menerima penghargaan sebagai Wisudawan Terbaik Universitas Pertamina.</p>
<p>Bagi keluarga Rissa, hari itu bukan hanya tentang gelar sarjana. Itu adalah puncak dari doa-doa diam-diam, kerja keras tanpa pamrih, dan mimpi yang disemai dari ladang-ladang sempit yang mengelilingi kampung kecil mereka di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.</p>
<p>“Pendidikan adalah gerbang awal untuk meningkatkan kualitas hidup. Saya ingin mengubah keadaan keluarga melalui kesempatan ini,” ujar Rissa dengan suara lirih usai wisuda, 27 Mei 2025.</p>
<p>Ayahnya hanya lulusan SMA, bekerja dari pagi hingga senja memikul semen dan besi. Ibunya tamatan SD, yang tekun menjahit berbagai pesanan baju untuk membantu mencukupi kebutuhan. Namun dari keduanya, Rissa belajar tentang keteguhan—dan bahwa cinta tidak selalu datang dalam bentuk kemewahan, melainkan dalam bentuk keyakinan diam-diam bahwa anak mereka bisa punya hidup yang lebih baik.</p>
<h3>Tumbuh dari Pinggiran, Bertahan dalam Badai</h3>
<p>Tak mudah bagi Rissa menembus dunia akademik. Kampung halamannya tidak punya akses pendidikan tinggi yang memadai, apalagi fasilitas pendukung seperti laboratorium atau koneksi internet stabil. Namun itu tak menghentikannya untuk terus mengejar informasi beasiswa, hingga akhirnya ia mendapatkan Beasiswa Undangan Universitas Pertamina, yang menanggung penuh biaya pendidikannya di Jakarta.</p>
<p>Tantangan baru muncul saat pandemi Covid-19 memaksa semua pembelajaran dilakukan secara daring. “Saya bahkan tidak begitu memahami cara menggunakan sistem pembelajaran daring di kampus saat itu,” kenangnya. Tapi Rissa tak menyerah. Ia belajar dari teman, mencoba satu per satu, dan perlahan mulai menguasai sistem perkuliahan digital.</p>
<p>“Dua tahun pertama kuliah daring sangat penuh tantangan. Tapi saya percaya, asal ada kemauan, pasti ada jalan.”<br />
Sebagai anak rantau yang sangat dekat dengan kedua orang tua, rasa rindu menjadi ujian tersendiri. Setiap malam, Rissa rutin menelepon ayah dan ibunya—bukan hanya untuk mengobrol, tapi juga untuk bertukar semangat.</p>
<p>“Orang tua saya tidak pernah memutus telepon lebih dulu. Mereka selalu mendengarkan cerita saya, memberi semangat, dan berkata bahwa saya pasti bisa.”</p>
<h3>Gelar yang Tak Sekadar Akademik</h3>
<p>Dengan IPK 3,71, Rissa yang merupakan lulusan Teknik Geologi ini tidak hanya menyelesaikan kuliah, tetapi juga aktif berkontribusi di berbagai bidang. Ia aktif menjadi koordinator di Laboratorium Geologi Struktur dan turut menjadi asisten penelitian lapangan. Selain itu, Rissa juga terlibat dalam berbagai penelitian, seperti studi fenomena Gunung Lumpur Kesongo dan penelitian Sesar Cimandiri serta Cugeneng. Kini, dengan segala pengalamannya semasa kuliah, Rissa bermimpi berkarir sebagai geolog di industri minyak dan gas, atau berkontribusi dalam pengembangan geothermal dan mineral. Ia juga terbuka untuk berperan dalam bidang sosial, misalnya menjadi penyuluh mitigasi bencana di daerah-daerah rawan, sebagai bentuk pengabdian dan kontribusi nyata bagi masyarakat.</p>
<p>“Gelar ini adalah hadiah untuk orang tua saya. Bukan karena saya pintar, tapi karena mereka tak pernah lelah percaya saya bisa sampai di titik ini.”</p>
<h3>Mewakili Suara yang Lebih Luas</h3>
<p>Nama Rissa tercatat sebagai satu dari enam wisudawan terbaik yang mendapat penghargaan di hari itu. Bersama Muhammad Fajri (Teknik Mesin), Rachel Arielle Sibarani (Ekonomi), Siska Dwi Wahyuni (Teknik Lingkungan), Muhammad Fadlilah Divy Isdarwanto (Ilmu Komputer), dan Malika Nurul Janah (Hubungan Internasional), mereka mewakili cerita dari berbagai sudut: tentang kerja keras, ketekunan, dan harapan yang tumbuh dalam kondisi yang tidak selalu ideal.</p>
<p>Kisah Rissa adalah satu dari banyak cerita yang tumbuh di ruang-ruang Universitas Pertamina—tempat di mana anak-anak dari berbagai penjuru negeri, dengan latar belakang yang tak selalu mudah, dipersilakan untuk bermimpi setinggi-tingginya.</p>
<p>Dari ruang kelas hingga lapangan praktik, dari beasiswa hingga dukungan emosional, Universitas Pertamina hadir bukan hanya sebagai tempat belajar, tapi sebagai ruang aman untuk tumbuh dan bertumbuh—bersama harapan yang sederhana namun kuat: memperbaiki hidup, memperluas peluang, dan memberi arti baru pada kata “masa depan”.</p>
<p>Artikel <a href="https://siaranedukasi.com/2025/05/31/inspiratif-kisah-anak-buruh-bangunan-yang-jadi-wisudawan-terbaik-universitas-pertamina/">Inspiratif! Kisah Anak Buruh Bangunan yang Jadi Wisudawan Terbaik Universitas Pertamina</a> pertama kali tampil pada <a href="https://siaranedukasi.com">Siaran Edukasi</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/depokpembaharuan.com/wp-content/uploads/2025/05/20250530_220135-780x470.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa UPER Gagas Upaya Peningkatan Keselamatan Kerja Industri Migas</title>
		<link>https://siaranedukasi.com/2025/05/13/mahasiswa-uper-gagas-upaya-peningkatan-keselamatan-kerja-industri-migas-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 May 2025 05:16:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=86601</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Keselamatan kerja dalam industri minyak dan gas (migas) menjadi prioritas utama karena tingginya...</p>
<p>Artikel <a href="https://siaranedukasi.com/2025/05/13/mahasiswa-uper-gagas-upaya-peningkatan-keselamatan-kerja-industri-migas-2/">Mahasiswa UPER Gagas Upaya Peningkatan Keselamatan Kerja Industri Migas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://siaranedukasi.com">Siaran Edukasi</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Keselamatan kerja dalam industri minyak dan gas (migas) menjadi prioritas utama karena tingginya risiko kecelakaan. Laporan International Association of Oil and Gas Producers (2022) mencatat tingkat kecelakaan sebesar 0,2 kematian per satu juta jam kerja, dengan sekitar 70% insiden disebabkan oleh ketidakpatuhan terhadap prosedur keselamatan dan kurangnya pelatihan. Selain itu, IOGP (2021) menyebutkan bahwa 20% risiko tertinggi berasal dari sektor logistik migas, terutama pada aktivitas transportasi, pemindahan material, dan pengoperasian teknologi selama proses produksi.</p>
<p>Untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman di sektor migas, pelatihan dan penegakan prosedur keselamatan menjadi hal yang krusial. Menyadari pentingnya hal tersebut, mahasiswa Teknik Logistik Universitas Pertamina—Jesika Amadea, Daffa Satria Permana, Joan Mesiah Fihan, dan Ramzy Aqilla Fazabahy—di bawah bimbingan dosen Harummi Sekar Amarilies, S.T., MBA., melakukan penelitian berjudul “Hazard and Risk Analysis of Oil Drilling Heavy Equipment Logistics Activities Using Job Safety Analysis (Case Study: PT Corro Shield Indonesia)”. Penelitian ini menganalisis risiko keselamatan kerja dalam logistik alat berat di kegiatan pengeboran minyak serta menyusun rekomendasi strategis untuk meningkatkan perlindungan pekerja.</p>
<p>Jesika Amadea menjelaskan bahwa kedekatan lingkungan Universitas Pertamina dengan industri migas memberikan pemahaman menyeluruh tentang proses eksplorasi dan eksploitasi migas. “Namun, hal itu juga membuat kami lebih sadar akan kompleksitas risiko keselamatan kerja, mulai dari penggunaan alat berat hingga proses pengangkutan dan pembongkaran. Kesadaran inilah yang mendorong kami untuk berkontribusi dalam menciptakan solusi logistik yang lebih aman dan efisien di sektor migas,” ujarnya.</p>
<p>Melalui penelitian ini, Jesika dan tim menyoroti berbagai bahaya dan risiko keselamatan kerja yang terjadi dalam aktivitas logistik selama proses produksi migas. Berdasarkan observasi dan wawancara di lapangan, mereka menemukan 13 potensi bahaya pada tahap pemuatan dan pengangkutan, serta 12 potensi bahaya saat pembongkaran hasil migas. Dari keseluruhan temuan tersebut, terdapat dua risiko berkategori ekstrem dan sembilan risiko tinggi yang membutuhkan penanganan khusus.</p>
<p>“Dari studi kasus tersebut, kami mengidentifikasi bahaya signifikan dalam aktivitas logistik migas,” ujar Jesika. Beberapa di antaranya meliputi risiko peralatan jatuh saat pemindahan, ketiadaan rencana manajemen perjalanan untuk angkutan hasil produksi, serta penggunaan truk dengan muatan berlebih. Jesika juga menambahkan bahwa salah satu aktivitas dengan risiko ekstrem adalah pemindahan kontainer menggunakan crane yang berpotensi kelebihan muatan.</p>
<p>Hasil penelitian tersebut turut menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk meminimalkan risiko keselamatan kerja di sektor logistik migas. Jesika dan tim menekankan pentingnya peningkatan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) dan pelatihan keselamatan kerja bagi seluruh pekerja. Selain itu, aktivitas dengan risiko ekstrem yang telah teridentifikasi juga perlu menjadi fokus utama, misalnya melalui penyusunan prosedur kerja yang lebih rinci dan khusus untuk menangani situasi berisiko tinggi dalam proses produksi migas.</p>
<p>Melalui penelitian tentang risiko keselamatan kerja dalam logistik industri migas, Jesika dan tim berhasil lolos sebagai presenter dalam The 15th Annual International Conference on Industrial Engineering and Operations Management di Singapore University of Social Sciences (SUSS) pada Februari 2025. Konferensi bergengsi ini mengangkat berbagai isu terkini, mulai dari manajemen rantai pasok, lean six sigma, hingga penerapan kecerdasan buatan dan konsep Industri 5.0 dalam manajemen proyek. Dari lebih dari 500 makalah yang diajukan oleh peserta dari 51 negara, hanya 350 yang lolos seleksi ketat melalui proses peer-review—termasuk karya tim dari Universitas Pertamina.</p>
<p>Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., menyatakan bahwa partisipasi mahasiswa UPER dalam forum internasional membuktikan bahwa kualitas riset yang dihasilkan mampu bersaing di tingkat global. “Penelitian ini menunjukkan komitmen mahasiswa UPER dalam berinovasi dan berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang teknik logistik dan keselamatan kerja migas. Hal ini sejalan dengan fokus pembelajaran berkelanjutan di Universitas Pertamina, termasuk peminatan Logistik Energi Berkelanjutan yang menekankan pada efisiensi rantai pasok energi,” ungkapnya.</p>
<p>Ingin menempuh pendidikan di bidang energi dan logistik migas serta berkontribusi dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan? Universitas Pertamina membuka kesempatan bagi calon mahasiswa yang ingin terlibat dalam riset bertaraf internasional dan mendapatkan pembelajaran langsung dari para praktisi industri.</p>
<p>Artikel <a href="https://siaranedukasi.com/2025/05/13/mahasiswa-uper-gagas-upaya-peningkatan-keselamatan-kerja-industri-migas-2/">Mahasiswa UPER Gagas Upaya Peningkatan Keselamatan Kerja Industri Migas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://siaranedukasi.com">Siaran Edukasi</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menaker Peringati Hari Buruh Internasional di Kampus UPER</title>
		<link>https://siaranedukasi.com/2025/05/06/menaker-peringati-hari-buruh-internasional-di-kampus-uper/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 May 2025 05:50:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Buruh]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenaker]]></category>
		<category><![CDATA[Menaker]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=86372</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; “Kolaborasi adalah kunci. Kita harus duduk bersama, mencari solusi bukan hanya untuk kesejahteraan...</p>
<p>Artikel <a href="https://siaranedukasi.com/2025/05/06/menaker-peringati-hari-buruh-internasional-di-kampus-uper/">Menaker Peringati Hari Buruh Internasional di Kampus UPER</a> pertama kali tampil pada <a href="https://siaranedukasi.com">Siaran Edukasi</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; “Kolaborasi adalah kunci. Kita harus duduk bersama, mencari solusi bukan hanya untuk kesejahteraan buruh, tapi juga untuk meningkatkan keterampilan mereka agar siap bersaing di pasar kerja global,” tegas Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli dalam sambutannya di peringatan Hari Buruh Internasional di Universitas Pertamina, Rabu (1/5/2025).</p>
<p>Dengan mengusung tema “May Day is a Kolaborasi Day”, gelaran Hari Buruh tahun ini menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan dalam menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang lebih tangguh menghadapi disrupsi teknologi dan tuntutan industri hijau. Menurut Yassierli, perubahan global yang cepat menuntut reformasi serius dalam strategi ketenagakerjaan nasional.</p>
<p>“Pasar kerja kita sedang bertransformasi besar-besaran. Saat ini, pekerja informal justru mendominasi, sedangkan banyak pekerja formal masih belum memiliki kesiapan untuk menjawab tantangan baru. Ketimpangan ini harus segera diatasi melalui pendekatan kolaboratif,” tambahnya.</p>
<p>Peringatan May Day 2025 digelar di tujuh titik strategis di Jakarta, yakni Bundaran Hotel Indonesia, Monas, Lapangan Banteng, Jalan Sarinah, Tugu Tani, Kompleks DPR/MPR RI, dan Universitas Pertamina. Ribuan buruh, mahasiswa, dan masyarakat sipil hadir dalam aksi damai, panggung edukatif, dan diskusi publik yang mengangkat isu-isu krusial seputar kesejahteraan pekerja dan transformasi tenaga kerja.</p>
<p>Masalah rendahnya tingkat pendidikan tenaga kerja Indonesia menjadi sorotan penting dalam diskusi tersebut. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023, sekitar 34 persen pekerja formal hanya menyelesaikan pendidikan setingkat SMP. Sementara itu, hanya 20 persen dari mereka yang pernah mengenyam pendidikan tinggi. Situasi ini mengindikasikan perlunya akselerasi peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM secara menyeluruh.</p>
<p>Menteri Yassierli menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. “Kita perlu keterlibatan sektor swasta dan lembaga pendidikan tinggi. Pendidikan vokasi, pelatihan berbasis industri, serta kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman harus menjadi prioritas bersama,” ujarnya.</p>
<p>Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Wiko Migantoro, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyambut baik pelaksanaan May Day di kawasan Pertamina Simprug. Menurutnya, kawasan ini bukan sekadar fasilitas, tetapi juga simbol dari upaya Pertamina mencetak talenta energi unggulan masa depan.</p>
<p>“Kawasan ini penting bagi Pertamina dalam menghadirkan SDM yang berdaya saing tinggi. Sinergi triple helix—antara pemerintah, industri, dan akademisi—merupakan langkah strategis yang kami dorong untuk memperkuat kapabilitas tenaga kerja nasional,” ungkap Wiko.</p>
<p>Sementara itu, Pakar Manajemen Sumber Daya Manusia sekaligus Ketua Program Studi Manajemen Universitas Pertamina, Arif Murti Rozamuri, B.B.A., M.Sc., Ph.D., mengangkat dampak kebijakan luar negeri terhadap kondisi pekerja domestik. Ia mencontohkan kebijakan tarif resiprokal sebesar 32 persen yang diterapkan oleh Amerika Serikat, yang disebutnya tentu memiliki potensi risiko terhadap daya saing ekspor Indonesia.</p>
<p>“Kebijakan itu bisa berpotensi memiliki dampak secara langsung pada sektor padat karya seperti tekstil dan manufaktur. Penurunan ekspor bisa memicu pengurangan (downsizing) pekerja jika tidak segera diantisipasi,” jelas Arif.</p>
<p>Ia menambahkan bahwa peluang tetap terbuka bagi tenaga kerja yang memiliki kemampuan adaptif, inovatif, melek teknologi serta mampu berpikir solusi kreatif (creative problem solving). Oleh karena itu, pendidikan yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan dunia usaha/industri adalah bentuk upaya untuk menciptakan talenta yang adaptif, unggul dan berdaya saing.</p>
<p>Peringatan May Day di Universitas Pertamina bukan hanya seremonial, tetapi juga menjadi momentum reflektif untuk melihat kembali arah pembangunan tenaga kerja Indonesia. Dalam era kompetisi global dan transisi menuju ekonomi hijau, kesejahteraan buruh tidak bisa dilepaskan dari upaya sistematis membangun SDM unggul dan berdaya saing tinggi.</p>
<p>Artikel <a href="https://siaranedukasi.com/2025/05/06/menaker-peringati-hari-buruh-internasional-di-kampus-uper/">Menaker Peringati Hari Buruh Internasional di Kampus UPER</a> pertama kali tampil pada <a href="https://siaranedukasi.com">Siaran Edukasi</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://i1.wp.com/suarajabarnews.com/wp-content/uploads/2025/05/IMG-20250506-WA0026-960x538.jpg?ssl=1" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
